Video Rekaman Perkelahian Pelajar Bogor
Video rekaman perkelahian pelajar di Bogor yaitu video perkelahian pelajar SMP Negeri Leuwiliang Bogor dan video tawuran pelajar di Bogor, katanya dalam 2 hari ini beredar luas. Suatu tindakan yang sangat disayangkan sekali sebenarnya. Pelajar kok kerjanya berkelahi dan tawuran?! Kalau belum berubah, rasanya pelajar itu sekolah untuk belajar kan? Emangnya sekarang sudah berubah ya tujuan sekolah? Coba deh, simak berita tentang beredarnya video perkelahian pelajar SMP Negeri Leuwiliang Bogor dan video tawuran pelajar Bogor berikut ini.
Pelajar Bogor kembali terekam video hape saat terlibat tawuran. Dalam rekaman itu terlihat seorang balita menjadi korban salah sasaran pelajar yang mengayunkan celuritnya, beruntung sang ibu yang atlet bela diri Kempo berhasil menyelamatkan anaknya.
Dalam rekaman adegan tawuran itu, terlihat ratusan pelajar dari dua sekolah di Kabupaten Bogor saling menyerang bahkan berkelahi dalam jarak dekat.
Saat itu korban Memen (5) tengah digendong ibunya Neli (35) di depan sebuah warung di Jalan Pajajaran depan Gedung Telkom.
Seorang pelajar yang saling kejar dan berkelahi di dekat korban, tak sengaja mengayunkan celurit ke arah Memen (5). Beruntung Neli sigap dan berusaha menghindar sehingga celurit itu hanya sedikit melukai kaki kanan anaknya.
Karena geram, Neli pun menurunkan Memen dari gendongannya dan menangkap pelajar yang nyaris mencelakakan nyawa anaknya itu. Pelajar itu pun kemudian diserahkan ke Satgas Pelajar Dinas Pendidikan Kota Bogor.
Sementara itu, video tawuran yang terekam di Jalan Pajajaran ini didapat dari petugas Satgas Pelajar Dinas Pendidikan Kota Bogor, saat menangkap para pelajar yang terlibat tawuran tadi siang.
Video perkelahian siswa sebelumnya juga beredar di kalangan pelajar di Bogor. Pelakunya adalah dua siswa SMP Negeri Leuwiliang Kabupaten Bogor masing-masing Muhammad Revi Septiansyah yang duduk di kelas II, dan Mahaesa di kelas III.
Aksi perkelahian itu direkam oleh salah seorang siswa lain dan akhirnya menyebar di kalangan pelajar. Hari ini pihak sekolah mengeluarkan keduanya karena dianggap telah mencemarkan nama baik sekolah. (sumber : news.okezone.com)
Merasa hebat? Merasa jago? Sepertinya bukan sesuatu yang perlu di banggakan deh. Tuh coba, di keluarkan dari sekolah kan? Padahal sudah ikut ujian akhir dan mau ikut ulangan kenaikan sekolah. Tuh, mau gimana coba? Sampe-sampe ada balita jadi korban gitu.
Anda pasti sudah melihat cuplikan rekamannya di berita-berita di televisi kan? Karena itu, saya tidak menyediakan link download video perkelahian pelajar SMP Negeri Leuwiliang Bogor juga link download video tawuran pelajar Bogor ini. Nanti kalau saya kasih, ntar saya di tangkap polisi deh. lagipula, saya belum punya videonya hehe…
Jika anda para orang tua, jika sudah memiliki video itu, jadikan video itu untuk mengingatkan bahwa di luar rumah, ternyata anak-anak kita dengan berseragam sekolah bisa melakukan hal-hal yang sangat tidak terpuji. Buat para pendidik yang dalam hal ini guru, kiranya video itu bisa semakin meningkatkan peran kita sebagai “PENDIDIK”, bukan hanya sebagai “PENGAJAR”. Merdekaa…
Tulisan lainnya



internet lemot tak belabelain nugguin halaman pa guru ke buka .. kirain ada videonya… uhhh.. hehehe
Merdeka! Bersemangat!.
Merdeka, sebagai guru kita memang harus berjuang memerdekakan potensi siswa sehingga mereka ndak sempat berkelahi. Andai orang tua, guru, masyarakat dan pemangku negara bersama-sama berjuang memerdekakan potensi siswa saya pikir tidak lagi ada perkelahian.
Pengalaman saya, pada awalnya beberapa siswa tidak mengerti apa yang harus mereka kerjakan di warnet, akhirnya mereka hanya bisa membuka situs porno, namun sejak mereka di tugasi buat analisa setiap materi yang dipelajari dan dipostingkan di blog, situs pornopun ditinggalkan. Ini pengakuan beberapa siswa yang mau berkata jujur, menceritakan pengalamannya.
Blog ternyata mampu memerdekakan potensi siswa.
ya ampun… di jakarta aja gak sampe gitu (hehe
)
wah kalu aku liyat udah aku habisin tuh yg mulai…
hebat… kan dr dl daerah sunda terkenal dgn para jawaranya n tragis bt dunia pendidikan qt kenapa harus dikotori dgn perbuatan segelintir siswa.
@ Anto : hehe…
@ Puspita : Iya bu, memang anak-anak harus di arahkan ke jalan yang “lurus” soal internet. Tapi saya mengajar di desa yang PLNnya aja gak ada, jadi belum merasakan ngarahin anak-anak…
@ Reza : Di tempat saya juga mas….
@ Rizoa : ajak-ajak saia ya mas :0
@ Gogon : Anak jaman sekarang memang kelewatan mas…
sayang tuh kalau di keluarkan dari sekolah,harusnya mereka di kumpulkan dan di kirim ke perbatasan ambalat untuk menjaga kedaulatan NKRI dari pada tenaganya terbuang sia sia buat tawuran,di keluarkan dari sekolah juga mereka belum tentu sadar.apa nih tindakan pak guru nakal?
guw gag abis fkir tuch am cwo2 yg suka twuran……..
ap untung nya?
yua pling yg di dpet pda bonyok,di DO, di tangkap SATGAS , atw mgkin liang lahat………..
pkirin agy dweh bwt yg mau twuran………
ap untung nya?
BOGOR MAJU TRUZ TAURANNY JANGAN SAPE KALAH AMA JAKARTA
BY aben1497
@ aben : jiah, ini dia tukang tawuran hehe…
jakarta kgga takutt mattii !!!
SMK OTOMINDO 2001
astaghfirullah antum
tauran wae sih sia!