Keragaman Indonesia, kita semua sudah tau. Karena keberagaman itulah yang membuat bangsa ini besar. Saya sendiri terlahir dari Bapak Jawa dan Ibu Dayak Kalimantan Tengah. Sehingga jika di tanya, sukumu apa? Saya cuma bisa bilang “Jawa Dayak“. Kalau nanti misalnya saya nikah sama cewek campuran Batak dan Manado, mungkin anak saya akan bilang “suku saya gado-gado (campuran)“, atau “suku saya Jawa, Dayak, Batak, dan Manado“. Bisa di bayangkan kalau nanti istri saya campuran antara Batak-Manado dan Sunda-Bugis misalnya, atau lebih dari itu. Mungkin anak saya harus ngapalin suatu deret suku yang cukup banyak.
Seperti halnya darah begitu banyak suku yang mengalir pada seseorang, begitu pula bangsa ini. Semua adalah satu kesatuan utuh, saling menopang. Kita bangsa Indonesia bung, perbedaan itu adalah kekuatan kita. Saya kadang heran melihat orang gontok-gontokan mengatas namakan perbedaan (apapun itu). Nah anak-anak, dengarlah cerita Bapak berikut ini ya
Saya adalah penganut agama Protestan. Gak alim-alim banget, standar aja. Waktu sekolah, semua teman dan guru berlaku adil dan tidak membedakan. Waktu kuliah, juga begitu. Satu kos, cuma saya yang non. Ketika mulai bertugas sampai sekarang, satu kecamatan cuma saya yang non. Tapi tidak ada sikap permusuhan, dan sebagainya. Tidak ada sedikitpun saya merasakan diskriminasi. Begitu pula di organisasi dan lingkup pergaulan. Di klub motor, di komunitas rock band, saat LPJ, saya selalu jadi the only one. Walaupun begitu, saya selalu di perlakukan sama. Bangsa ini memang hebat!
Masih kurang? Biar saya tambah lagi. Saya pernah punya pacar dari suku Dayak Kaltim, Kutai, Jawa, Banjar, Bugis, dan terakhir kemarin Batak. Walaupun berbeda suku dan agama, hubungan berjalan mulus dan dukungan dari keluarga masing-masing bagus-bagus aja. Kalaupun akhirnya pisah (putus) lebih di karenakan tidak cocok lagi, bukan karena perbedaan suku atau agama. Kecuali yang terakhir, dipisahkan oleh kematian (selamat tidur abadi cinta…).
Nah…, jika semua orang menganggap perbedaan itu adalah bagian yang tak terpisahkan dari keutuhan, kekuatan, dan kedamaian negara ini maka alangkah tenangnya hidup di Indonesia. Gak bakalan ada kerusuhan dan sebagainya. Kalaupun ada masalah, pasti ada jalan keluarnya kan?
Pemilu sebentar lagi, sudah di depan mata. Ada yang meramalkan akan banyak konflik. Sudahlah, apapun partainya, siapapun kandidatnya, yang lurus-lurus sajalah. Negeri ini akan menangis jika kita-kita yang berbeda ini pada ribut hanya gara-gara perbedaan.
Nah anak-anak, bagaimana cerita bapak tadi. Menarik bukan?
Kata kunci pengunjung :
sex tube orang dayak-cerita sex suku dayak-you porn dayak-Buntok sex-video sex kalimantan-Sex buntok-cerita sex abg palangkaraya-video sex anak sma buntok-vidio sek anak suku dalam-bhineka com-abg sex palangkaraya vidio-perangkat guru agama protestan-sunda sex tube-video sex buntok-video sex ika-video sex porno dayak-VIDEO SEX PORNO SUNDA-universitas palangka raya dikalteng-video porno sma palangka raya-u tube video sex anak sekolahan di kalimantan-

March 23rd, 2009 on 1:01 pm
,Indonesia memang indah,,,,,
March 24th, 2009 on 6:12 am
@ nadia : seindah gadis2nya yang cantik hehe…
March 25th, 2009 on 1:59 am
Nah anak-anak, bagaimana cerita bapak tadi. Menarik bukan?
*guru mode on*??
March 25th, 2009 on 9:36 am
menarik pak guru….seperti sebuah lirik lagu dangdut pak hampir 150 juta jiwa penduduk indonesia,,he…sorry baru tau nih pak ternyata anda non muslim toh,,dikalteng dimana pak?palangkaraya, sampit, buntok atau mana pak ? untuk tulisan bapak alinea terakhir saya hanya bisa berharap semoga persatuan bangsa ini tetap utuh.
March 26th, 2009 on 7:37 am
@ Nyante Aza Lae : hehehe…
@ Hamsin : Lagunya perlu di reformasi tuh, penduduk Indonesia sudah lebih 200 juta hehe..
Iya, gereja saya yang di jalur tuh. Semoga Pemilu gak bikin bangsa kita ribut
October 31st, 2009 on 7:43 am
kita harus mempertahankan kebhinekaan yang ada karena itu yang membuat negaea lebih berwarna n berwarna itu lebih indah bukan?!